Tampilkan postingan dengan label All about ARCHITECTURE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All about ARCHITECTURE. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2015

Project Exterior "Rumah Tinggal 1 lantai" (Pak.Ali)

Project Exterior "Rumah Tinggal" "House"
Design : By Meyka Widy
3D Visual : By Meyka Widy
Project : Freelance Architecture Design 
Year : 2013
Location : Bojonggede, Bogor

"SketchUp 8 + Vray 1.49 + Photoshop CS3

Email : mwidy.architecture@gmail.com



Minggu, 10 Maret 2013

Konservasi Arsitektur (Toko Merah, Jakarta)


Toko Merah , Jakarta Barat 



                    Gedung tua sebagai saksi kejayaan Batavia lama di tepian Muara Ciliwung. Bangunan tersebut pernah menjadi tempat tinggal Gubernur Jenderal von Imhoff (1705-1751). Bangunan Toko Merah terletak di Jl. Kali Besar No. 11, Jakarta Barat. Secara administratif berada di Kelurahan Roa Malaka, Kec. Tambora, Wilayah Kota Jakarta Barat. Letak bangunan pada masa kejayaan VOC sangat strategis, berada di kawasan jantung kota asli Batavia, berdekatan dengan pusat pemerintahan VOC (Stadhuis). Dari segi bisnis, Toko Merah justru terletak di tepi barat Kali Besar (de Groote River), sebagai "central business district" nya Batavia. Pada saat itu Ciliwung merupakan urat nadi lalu lintas air yang ramai dilayari hingga ke pedalaman. Kawasan Kali Besar sendiri merupakan salah satu wilayah hunian elit di dalam Kota Batavia.



Sejarah Toko Merah: Toko Merah dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem Baron van Imhoff (kemudian menjadi gubernur jenderal) sebagai rumah tinggal. Pada saat ia membangun Toko Merah jabatannya masih sebagai opperkopman, sehingga kadangkala orang meragukan bahwa Toko Merah dibangun van Imhoff. Rumah tersebut dibangun sedemikian rupa, sehingga besar, megah dan nyaman. Nama "Toko Merah" berdasarkan salah satu fungsinya yakni sebagai sebuah toko milik warga Cina, Oey Liauw Kong sejak pertengahan abad ke-19 untuk jangka waktu yang cukup lama. 

Nama tersebut juga didasarkan pada warna tembok depan bangunan yang bercat merah hati langsung pada permukaan batu bata yang tidak diplester. Warna merah hati juga nampak pada interior dari bangunan tersebut yang sebagian besar berwarna merah dengan ukiran-ukirannya yang juga berwama merah. Di samping itu dalam akte tanah No. 957, No. 958 tanggal 13 Juli 1920 disebutkan bahwa persil-persil tersebut milik NV Bouwmaatschapij "Toko Merah".



Bangunan Toko Merah terdiri dari 2 gedung dan sempat beberapa kali berpindah pemilik seperti kepada Jacob Mossel, anak Gubernur Jenderal Mossel yang bernama Phillippine Theodore Mossel; Gubernur Jenderal Petrus Albertus van der Parra, Renier de Klerk, Nicolaas Hartingh, Baron van Hohendorf, dll. Pada tahun 1743-1755 dijadikan Kampus dan Asrama Academie de Marine (akademi angkatan laut), kemudian berpindah tangan lagi. Pada tahun 1786-1808 bangunan ini digunakan untuk Heerenlogementatau hotel para pejabat. Tahun 1809-1813 seluruh bangunan dijadikan rumah tinggal oleh Anthony Nacare. Kurun waktu 1813-1851 kepemilikan beberapa kali berganti hingga kemudian dimiliki oleh Oey Liauw Kong yang berfungsi sebagai taka, sehingga populer dengan sebutan "Taka Merah". 

Berpindah lagi pada Oey Kim Tjiang (gedung utara), Oey Hok Tjiang (gedung selatan), Kultur Hong Hiu Kongsi (seluruh bangunan), digunakan sebagai kantor oleh Borneo Compagnie (1900). Di tahun 1901 bagian-bagian ruang samping rumah sebelah utara diambil untuk membentuk Compagnies kammer di Museum Pusat. Kemudian sebagai kantor Behn Meiwe & Co(1917). Tahun 1920 dibeli dan dipugar oleh NV Bouw Maatschappij "Toko Merah" yang menelan biaya satu juta gulden. Bangunan ini diperbaiki lagi oleh Bank Voor Indie yang kemudian berkantor di sini hingga tahun 1925. 

Kemudian ditempati oleh sejumlah Biro dan Kantor Dagang: Algemene Landbouws Syndicaat, De Semarangse Zee en Brandassuransi Mij, dan WM Muller. & Co. Tahun 1934-1942 menjadi Kantor Pusat N.V. Jacobson vanl den Berg salah satu perusahaan "The Big Five" milik Kolonial Belanda. Di masa pendudukan Jepang menjadi Gedung Dinas Kesehatan Tentara Jepang. Ditempati oleh tentara gabungan Inggris-India. Sesudah kemerdekaan menjadi Kantor Dagang Nigeo Eksport. Kemudian di tahun 1946-1957 menjadi kantor N.V. Jacobson van den Berg lagi. 

Saat terjadi nasionalisasi terhadap semua perusahaan asing di Indonesia N.V Jacobson van den Berg diubah menjadi P.T. Yudha Bakti. Ditahun 1961 berubah menjadi P. N. Fajar Bhakti, berubah lagi menjadi P. N. / P. T. Satya Niaga di tahun 1964. Selanjutnya di tahun 1977 berubah menjadi PT Dharma Niaga (Ltd) dan gedung tersebut tetap digunakan sebagai kantor. Toko Merah merupakan rumah mewah terbesar dari abad ke-18 di dalam Kota yang masih dalam keadaan terpelihara baik.


Arsitektur Toko Merah: Gedung Toko Merah dibangun di atas areal seluas 2.455 m2. Bangunan terdiri atas tiga gedung yang menyatu. Bangunan depan (tingkat dua) dan belakang (tingkat tiga), membujur dari utara ke selatan, adapun bangunan tengah merupakan penghubung bangunan utara dan selatan, melintang dari timur ke barat. Arsitektur bangunan mencerminkan perpaduan bangunan Cornice House (bangunan dengan dinding muka yang ujung atasnya datar dan diberi profil-profil pengakhiran) pada abad ke-18 dan atap tropis. Bangunan Toko Merah sebenarnya merupakan bangunan kembar, dua rumah di bawah satu atap. Hal itu terlihat dengan adanya dua buah pintu masuk ke dalam bangunan dan adanya parapat pemisah yang biasa dibuat untuk mencegah apabila terjadi kebakaran tidak menjalar ke gedung sebelahnya.



Bangunan depan dan belakang dihubungkan dengan bangunan satu lantai berplafon dua tingkat. Kedua bangunan ini berhubungan secara terbuka dan secara visual memberi kesan terbagi oleh adanya tujuh buah pilar tembok persegi panjang dan bukaan yang dibingkai architrave berskala tinggi, berukuran 3,5 m x 2,1 m. Bingkai pilar terbuat dari kayu berwarna merah tua dengan garis keemasan. Di lantai dua terdapat tembok tengah sebagai pemisah ruangan atas yang merupakan terusan dari tembok sebelah bawahnya. Tembok itu berlanjut terus hingga mencapai bubungan atap, baik atap depan, tengah maupun belakang. Tembok pemisah itu juga berfungsi sebagai penyangga guna menopang dan mendukung beban atap yang tinggi dan berat. Tembok depan bangunan yang terbuat dari susunan batu bata yang tidak diplester dapat memberikan kesan unik bagi gedung ini.

Gambar Pintu Masuk



Toko Merah memiliki dua buah pintu masuk berukuran besar dan tinggi. Pada bagian atas kedua pintu masuk bangunan terpasang fanlight atau jendela angin yang berada pada satu kusen dengan pintu. Kedua jendela angin kaca di atas pintu (bovenlichten) itupun berpola kotak-kotak dan masing-masing memiliki 30 buah kotak. Semua jendela masih menerapkan gaya abad ke-18 dan berskala monumental guna mengimbangi ruangan-ruangan besar di dalamnya. Kemudian untuk mencapai lantai bagian atas bangunan, terdapat enam buah tangga, kesemuanya berwarna merah hati, terbuat dari kayu terukir artistik. Dari depan bangunan ini seolah hanya memiliki sebuah atap, namun kenyataannya memiliki tiga buah atap. 

Bangunan depan dan belakang memiliki atap dengan bubungan yang memanjang dari utara ke selatan. Sementara atap bangunan tengah, bubungan atapnya melintang dari timur ke barat, sekaligus sebagai atap penghubung bagi kedua atap bangunan depan dan belakang. Atap bangunan berbentuk atap pelana atau atap rumah kampung, terbentuk oleh susunan kerangka kuda-kuda segitiga yang dihubungkan oleh kerangka-kerangka yang membentang di atasnya tetap orientasi susunan kerangka atap ini menyamping dari arah hadap bangunannya. Susunan kerangka tersebut membentuk dua bidang miring yang berbentuk empat persegi panjang yang menjadi tempat dimana penutup atap.

Bangunan Toko Merah memiliki cukup banyak ruangan, baik di lantai dasar, lantai 2 maupun lantai 3. Selain ruang besar (aula) di lantai dasar dan lantai 2, ruang-ruang lain berfungsi sebagai kamar. Di lantai dasar terdapat 16 buah kamar, masing-masing 8 buah di rumah sebelah utara dan 8 buah di rumah sebelah selatan. Di lantai 2 kamarnya berjumlah 4 buah dan terdapat di bangunan bagian belakang. Sementara di tingkat 3 terdapat 5 buah kamar. Bangunan tambahan di areal belakang memiliki sejumlah kamar.

Gedung Toko Merah yang tak di pakai untuk gedung PT. Dharma Niaga terletak di Jl. Kali Besar Barat No.107, Jakarta Barat. Bangunan yang pernah digunakan sebagai rumah kediaman Gubernur Jenderal VOC Baron van Irnhoff tersebut memiliki arsitektur bergaya Barok abad ke-18, terlihat pada elemen cornice dan jendela tinggi yang dominan. Bangunan ini juga merupakan perpaduan gaya klasik Eropa dan Cina, terutama pada ornamen dalam bangunan. 

Unsur Cina berupa warna merah hati ayam cukup dominan pada bangunan ini, baik pada warna tembok depan maupun pada interior dari unsur kayu di dalamnya. Di samping itu terdapat unsur tradisional yang juga terdapat pada bangunan, yang terlihat pada hiasan motif kisi-kisi pipih pada balustrade (jeruji pengaman pada samping tangga), terdapat pada tangga di rumah bagian utara lantai 3. Hiasan semacam itu banyak ditemukan pada balustrade rumah-rumah Melayu. 

Apabila sekarang orang mengenalnya dengan sebutan Toko Merah adalah karena elemen luar dan dalam bangunan didominasi warna merah. Salah satu keunikan lainnya adalah tangga dengan gaya Baroque yang merupakan satus-atunya di Jakarta. Bangunan merupakan penggabungan dari dua bangunan ini menyimpan sejarah yang cukup panjang. Sebelum PD II, bangunan yang terlihat mencolok di antara bangunan di sekitarnya, karena dinding luarnya yang berwarna merah Bangunan ini menerima Penghargaan Sertifikat Sadar Pemugaran 1993.




Sumber : http://www.jakarta.go.id





Sabtu, 24 Desember 2011

” Burj Dubai dan 10 Gedung tertinggi didunia”


” Burj Dubai dan 10 Gedung tertinggi didunia”


12999291111426884386



Pertama kali Gedung bertingkat di rencanakan dan dibangun di dunia oleh Bradford lee Gilbert pada tahun 1887 , hal ini dia rangcang untuk mensiasati kondisi tanah sempit yang Dia miliki di Brodway New York City, Gilbert berkeinginan memaksimalkan Lahan yang dia miliki dengan membangun hunian dengan Vertikal setinggi 160 Kaki yang banyak mendapat kecaman dari media massa dengan analisis bahwa apabila ada angin kencang gedung itu akan roboh dan menimpa hunia lain disekitarnya.

Teman-Nya Pengacara dan Insinyur bangunan memperingatkan kepada Gilbert bahwa jika bangunan tersebut ambruk dan menimpa hunian disekitarnya maka Dia akan mendapatkan tuntutan hukum yang akan merugikan pribadinya. Walau demikian Gilbert tetap pendiriannya. dan untuk mengatasi perasaan skeptis dari Pers dan penasehatnya Gilbert hanya menggunakan 2 lantai diatas untuk kantornya.

Sejak saat itu Gedung pencakar langit menjadi simbol keberhasilan ekonomi dan keuangan bagi pemilik Gedung bertingkat, semakin tinggi dan mewah gedung itu semakin menanjak pula prestise pemiliknya. Kita semua menyadari bahwa Burj Khalifah ( Burj Dubai ) sebagai Gedung pencakar langit tertinggi Dunia tentulah akan meningkatkan Gengsi Pemimpin Negara UEA yang memang masuk ke jajaran orang-orang terkaya di Dunia. Gedung ini dibangun menjelang krisis ekonomi pada tahun 2008/2009.

Berikut Daftar Gedung Pencakar langit tertinggi di dunia,  tahun pembuatan  Versi FORBES
  1. Burj Dubai , ( Lokasi Dubai ), dibangun pada tahun 2008/2009, tinggi gedung 828 meter

  2. Taipei 101,  ( Lokasi Taipei ), dibangun pada tahun 2004, tinggi gedung 509 meter.

  3. Towers Petronas ( Lokasi Kualalumpur ), dibangun pada tahun 1997, tinggi gedung  452 meter.

  4. Sears Tower Chicago ( Lokasi Chicago USA ) dibangun pada tahun1974, tinggi gedung 527 meter.

  5. Wall Trade Center ( Lokasi New York ) dibangun pada tahun 1973, tinggi gedung 526 Meter.

  6. Empire State ( Lokasi New York ) dibangun pada tahun 1931, tinggi gedung 443 meter.

  7. Chrysler ( Lokasi New York ) dibangun pada tahun 1929, tinggi gedung 319 meter.

  8. 40 Wall Street ( Lokasi New York ) dibangun 1929, tinggi gedung  283 meter.

  9. Metropolitan Life ( Lokasi New York ) dibangun 1909, tinggi gedung 247 meter.

  10. Singer ( Lokasi New York ) dibangun pada tahun 1908, tinggi gedung 187 meter.
Menyimak daftar 10 Gedung pencakar langit yang tertinggi di dunia berdasarkan tahun pembangunan dan tinggi gedung, saya dapat mengambil suatu kesimpulan sementara bahwa pelopor berdirinya Gedung-gedung bertingkat di dunia ini adalah Bradford lee Gilbert yang pertama kali membangun gedung bertingkat di New York pada tahun 1887, dan New York adalah Kota yang patut disebut Kota Menara Dunia dimana 6 Gedung diantara 10 Gedung tertinggi di Dunia ada di Kota ini.

Walau Burj Dubai ( Burj Khalifah ) yang dibangun pada tahun 2008/2009 menjadi pencakar langit tertinggi di dunia saat ini, namun Sears Tower Chicago di Amerika Serikat yang dibangun pada tahun 1974 dengan tinggi bangunan 527 Meter masih berada di posisi kedua pencakar langit tertinggi di dunia.
Diposisi ketiga Wall Street Center di New York yang dibangun pada tahun 1973, dengan tinggi bangunan 526 meter ada di posisi ketiga, sayang peristiwa 11 September 2001 gedung ini diluluh lantakkan oleh serangan teror dengan menabrak Gedung tersebut dengan pesawat comercial.



Sumber diolah dari Forbes & http://sejarah.kompasiana.com





Minggu, 27 November 2011

Arsitek Wanita



Tadinya mau nampilin Biografi Arsitek perempuan yang ada di Indonesia , ternyata susah yaa..
heheheheheheee

jadinya cuma bisa nampilin Arsitek Perempuan asal Iraq nih ^^.





Arsitek Wanita Pertama yang Mampu Mendominasi Dunia

           Dunia Arsitektur identik dengan dunia para pria. Karena tuntutan pekerjaan yang berhubungan dengan konstruksi, maka seorang Arsitek yang sukses biasanya adalah seorang yang berkarakter ‘kuat’, kreatif, idealis, dan supel.

           Faktanya, dari 100% arsitek di dunia ini hanya 15% jumlah Arsitek wanita berlisensi, dan hanya 1% dari mereka yang menjadi seorang Prinsipal di dalam sebuah Konsultan Arsitektur. Sampai saat ini baru seorang arsitek wanita yang karya-karyanya begitu khas, dominan, dan telah memenangkan berbagai sayembara internasional dan dipercaya oleh klien dari berbagai negara tangguh di dunia.

           Adalah ZAHA HADID, seorang wanita keturunan Iraq, lahir di Baghdad tahun 1950. Dia telah memenangkan banyak penghargaan internasional di bidang arsitektur, yang tertinggi adalah Pritzker Prize Award tahun 2004. Pritzker Prize Award adalah setingkat Nobel di bidang arsitektur. Diberikan oleh Hyatt Foundation kepada ”seorang arsitek hidup yang bekerja membangun dengan menunjukkan kombinasi dari bakat, visi dan komitmen, yang telah menghasilkan kontribusi yang konsisten dan signifikan terhadap kemanusiaan dan lingkungan binaan melalui seni arsitektur”.


                                   


            Kantor ZAHA HADID berpusat di London, Inggris, telah menangani 950 projects dari 44 negara, dan mempunyai 300 staf dari 55 negara berbeda. Karya mereka meliputi tidak hanya bangunan, tetapi juga masterplan, interior dan desain produk. Saat ini ZAHA HADID adalah juga seorang professor di Universitas yang sangat bergengsi di bidang seni, University of Applied Arts, Vienna, Austria.





Beberapa karya ZAHA HADID yang fenomenal diantaranya adalah :


1. LONDON AQUATIC CENTER, selesai 2011 - direncanakan sebagai Gelanggang Renang untuk Olimpiade Musim Panas 2012 di London. Konsep bentuk bangunan terinspirasi dari geometri air yang bergerak, selaras dengan lingkungan sungai di Olympic Park London.











London Aquatic Center


2. SHEIKH ZAYED BRIDGE, ABU DHABI, selesai 2010 - jembatan yang menjadi kebanggaan pemerintah dan rakyat UAE adalah jembatan dengan struktur kantilever tanpa kabel. Jembatan dengan 2 arah 4 jalur ini menggantung pada struktur baja lengkung raksasa yang dibentuk seperti ombak.







Sheikh Zayed Bridge from above
Sheikh Zayed Bridge, Abu Dhabi


3. King Abdullah Petroleum Studies and Research Center (KAPSARC), Riyadh, KSA, rencana selesai tahun 2012 - bangunan penelitian minyak milik ARAMCO ini memiliki konsep yang luar biasa, tidak hanya direncanakan sebagai green building yang hemat energi, tetapi juga bentuknya yang seperti gabungan crystal yang muncul dari lingkungan gurun.







KAPSARC, Riyadh



KAPSARC interior


4. MAXXI : Museum of XXI Century Arts, Roma, Italia, selesai 2009 - menjadikan museum sebagai objek bangunan yang dapat diakses semua kalangan. Bentuk bangunannya yang fluid tidak memberikan batas antara ruang eksterior dan interior.






MAXXI, Roma


5. ABU DHABI Performing Arts Center - ditujukan untuk segala bentuk pertunjukan seni di UAE, theater, music hall, concert hall, dan opera house. Diciptakan dengan bentuk yang ’sculptural’ seolah karya seni pahat yang berdiri megah menngarah ke laut.




Abu Dhabi Performing Arts Center



Abu Dhabi Performing Arts Center


           ZAHA HADID dahulu terkenal dengan arsitek bangunan yang ‘tidak mungkin dibangun‘ karena desainnya yang plastis dan organik. Tetapi dengan keyakinan tinggi dan bantuan dari para ahli struktur dan konstruksi di belakang beliau, maka karya-karya nya yang khas dan fenomenal dapat dinikmati di banyak belahan dunia modern.



Sumber : Internet