Sabtu, 26 November 2011
Rabu, 23 November 2011
Pengaruh Tugas Seorang Arsitek
Pengaruh Tugas Seorang Arsitek Terhadap Dampak Suatu Lingkungan
PENGERTIAN LINGKUNGAN
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedungsekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
Selain ekonomi, masalah lingkungan di Indonesia juga merisaukan. Tapi sementara di satu sisi pembangunan tidak bisa berhenti. Akan tetapi pembangunan tersebut banyak yang tidak memperhatikan masalah lingkungan. Akibatnya lingkungan rusak karena pemanasan global, bencana alam dimana-mana dan banyak lagi.
Maka pembangunan proyek di Indonesia harus harus ditata dengan baik seperti pengembangan di mana unsur lingkungan hidup merupakan tolak ukur utama. Perlunya konsep makro dan mikro yang kuat dalam mengarahkan pembangunan di Indonesia agar berjalan dengan baik.untuk itu,seorang arsitek jangan melupakan bidang keilmuan dan pengetahuan yang berasal dari lingkungan setempat. Justru seharusnya melestarikan lingkungan yang sudah ada dengan mengembangkan ilmunya.
Contohnya seperti kebijakan yang diterapkan di negara lain seperti Jepang. Di negeri Sakura itu, setiap gedung berlantai lima atau lebih harus menggunakan green roof.
Dampak baik terhadap lingkungan:
Seorang arsitek yang peduli akan lingkungan terhadap desain bangunannya maka akan berdampak sosial seperti:
• Dengan desain bangunan yang ramah lingkungan dan tetap menjaga kelestarian alam. Agar masa depan ekosistem tetap terjaga.
• Memberikan sebuah solisi pemecahan masalah pada tata letak bangunan atau kota. Sebagai pengkritik sosial akan banguan yang tidak ramah lingkungan.
• Denagn memaksimalkan fungsi bangunan dengan meminimalkan energy yang digunakan. Sehingga tetap estetis tetapi ramah lingkungan dan dapat menjadi contoh untuk masyarakat luas.

Sekolah ini merupakan satu – satu-nya sekolah di dunia yang bangunannya terbuat dari batang bamboo yang ramah lingkungan.Sekolah ini didukung oleh sejumlah sumber energi alternatif, Pendingin udaranya tidak lagi memakai Ac, melainkan kincir angin melalui terowongan bawah tanah..termasuk bambu air panas serbuk gergaji dan sistem memasak, sebuah powered vortex generator-hydro dan panel surya. bangunan Kampus termasuk ruang kelas, pusat kebugaran, ruang perakitan, perumahan fakultas, kantor, kafe dan kamar mandi.
Tenaga listiknya menggunakan bio-gas yang terbuat dari kotoran hewan untuk menyalakan kompor. Tambak udang tempat budidaya, sekaligus peternakan sapi.Lokal bambu , ditumbuhkan dengan metode yang berkelanjutan, digunakan dalam cara-cara inovatif dan eksperimental yang menunjukkan kemungkinan arsitektur. Hasilnya adalah sebuah komunitas hijau holistik dengan mandat pendidikan yang kuat yang bertujuan untuk menginspirasi siswanya untuk menjadi lebih penasaran, lebih terlibat dan lebih bergairah tentang lingkungan dan bumi ini.
Dampak buruk terhadap lingkungan:
Perumahan adalah salah satu contoh dampak buruk, Pembangunan perumahan semakin terlihat di beberapa tempat, tetapi mereka kurang memperhatikan lingkungannya.. Semakin menurunnya kondisi lingkungan luar, memberikan pengaruh pada menurunnya kualitas hidup. Untuk itu dirasa perlu adanya upaya perbaikan untuk meminimalisasi efek-efek negatif baik pada manusia maupun pada lingkungan.
Salah satu contoh studi kasus ialah pada jebolnya tanggul Situ Gintung karena banyaknya curah hujan yang terjadi dan perkiraan para peneliti akan maraknya pembangunan tempat wisata, bangunan komersial,dan perumahan penduduk yang padat dan tidak tertata lainnya disekitar tanggul Situ Gintung. Karena yang seharusnya kawasan tersebut menjadi tanah resapan bagi tanggul bukan kawasan pemukiman atau lain sebagainya.
Salah satu contoh studi kasus lainnya ialah banjir. Warga jakarta khususnya sudah tidak asing lagi akan bencana yang satu ini. Salah satu penyebab banjir adalah kurangnya derah resapan atau ruang terbuka hijau yang ada di Jakarta. Lahan ruang terbuka hijau jauh lebih sedikit dibandingkan kawasan komersil yang jumlahnya ratusan. Sistem drainase yang kurang baik juga memperparah keadaan ini. Belum lagi bangunan liar yang berada dibantaran sungai, itu semua sangat masuk akal bila Jakarta terlihat seperti kota yang tenggelam saat musim hujan.
Sumber : google.com
Analisa dampak lingkungan
PENGERTIAN LINGKUNGAN
Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedungsekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.
Rabu, 16 November 2011
Analisis dampak negatif pelaksanaan pembangunan proyek terhadap lingkungan hidup di sekitarnya
Aktivitas manusia dalam pelaksanaan proyek bangunan dapat
menimbulkan dampak yang merugikan (negatif) pada lingkungan sekitarnya.
Tetapi dampak negatif tersebut kurang mendapat perhatian dari para pelaku
bidang konstruksi yang lebih memperhatikan konsep biaya, mutu, dan waktu
Padahal dampak negatif yang ditimbulkan dapat mengganggu, merugikan, bahkan
dapat membahayakan masyarakat di sekitar proyek konstruksi tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak negatif yang paling
berpengaruh dari pelaksanaan proyek rumah tinggal dan bangunan tinggi beserta
akibatnya terhadap lingkungan sekitar, mengetahui hubungan luas proyek dan
letak responden terhadap dampak negatif yang ditimbulkan dari pelaksanaan
proyek rumah tinggal dengan menggunakan analisa Crosstab, dan
membandingkan pengaruh dampak negatif dari pelaksanaan proyek rumah tinggal
dan bangunan tinggi dengan menggunakan analisa Uji T.
Hasil analisa data menunjukkan bahwa dampak negatif yang paling
berpengaruh dari pelaksanaan proyek rumah tinggal dan bangunan tinggi adalah
polusi udara dengan mean 3.75 dan 3.87. Selain itu juga didapat hubungan antara
luas proyek dan letak responden terhadap dampak negatif yang paling
berpertgaruh yang ditimbulkan dari pelaksanaan proyek rumah tinggal. Hasil
analisa data juga menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek bangunan tinggi
menimbulkan dampak getaran, dampak terhadap tumbuhan yang ada, dan dampak
kemacetan dengan pengaruh yang lebih besar daripada proyek rumah tinggal.
sumber : http://dewey.petra.ac.id
Rabu, 09 November 2011
sejarah arsitektur kontemporer indonesia
sejarah arsitektur kontemporer indonesia
Sebelum masa kemerdekaan dunia arsitektur di
Bentuk arsitektur di
Di masa penjajahan Belanda sebenarnya mata kuliah arsitektur diajarkan sebagai bagian dari pendidikan insinyur sipil. Namun, setelah Oktober 1950, sekolah arsitektur yang pertama didirikan di Institut Teknologi Bandung yang dulu bernama Bandoeng Technische Hoogeschool (1923). Disiplin ilmu arsitektur ini diawali dengan 20 mahasiswa dengan 3 pengajar berkebangsaan Belanda, yang pada dasarnya pengajar tersebut meniru system pendidikan dari tempat asalnya di Universitas Teknologi Delft di Belanda. Pendidikan arsitektur mengarah pada penguasaan keahlian merancang bangunan, dengan fikus pada parameter yang terbatas, yaitu fungsi, iklim, konstruksi, dan bahan bangunan.
Semenjak konflik di Irian Barat pada tahun 1955 semua pengajar dari Belanda dipulangkan ke negaranya, kecuali V.R. van Romondt yang secara rendah hati bersikeras untuk tinggal dan memimpin sekolah arsitektur sampai tahun 1962. Selama kepemimpinannya, pendidikan arsitektur secata bertahan memperkaya dengan memberikan aspek estetika, barat ke tanah
Dengan kata lain “Arsitektur
2) KEMAJUAN, MODERNITAS, DAN MONUMENTALITAS
Pada tahun 1958, mahasiswa arsitektur ITB sudah mencapai 500 orang, dengan 12 orang lulusan. Yang kemudian beberapanya menjadi pengajar. Pada bulan September 1959, Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) didirikan. Sejak tahun 1961, kepemimpinan sekolah arsitektur berpindah tangan pada bangsa
Awal tahun 1960-an, literature barat mulai masuk dalam diskursus pendidikan arsitektur di
Iklim politik pada saat itu juga sangat berpengaruh terhadap pola fikir masyarakat terhadap teori dan konsep arsitektur modern. Karena di masa kepemimpinan Sukarno, “modernitas” diberikan olah kepentingan simbolis yang merujuk pada persatuan dan kekuatan nasional. Sukarno telah berhasil mempengaruhi secara mendasar karakter arsitektur yang diproduksi pada masa iai memegang kekuasaan. Modern, revolusioner, dan heroik dalam arsitektur membawa kita pada program pembangunan besar-besaran terutama untuk ibukota
Pada akhir 1950-an Sukarno mulai membongkar bangunan-bangunan lama dan memdirikan bangunan baru, pelebaran jalan, dan pembangunan jalan bebas hambatan. Gedung pencakar langit dan teknologi bangunan modern mulai diperkenalkan di negeri ini. Dengan bantuan dana luar negeri proyek-proyek seperti Hotel Indonesia, Pertokoan Sarinah, Gelora Bung Karno, By pass, Jembatan Semanggi, Monas, Mesjid Istiqlal, Wisma Nusantara, Taman Impian Jaya Ancol, Gedung DPR&MPR dan sejumlah patung monumen.
Ciri khas proyek arsitektur Sukarno adalah kemajuan, modernitas, dan monumentalitas yang sebagian besar menggunakan langgam “International Style”. Seorang arsitek yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Sukarno pada masa itu adalah Friedrich Silaban. Ia terlibat hampir semua proyek besari pada masa itu.
Desainnya didasari oleh prinsip fungsional, kenyamanan, efisiensi, dan kesederhanaan. Pendapatnya bahwa arsitek harus memperhatikan kebutuhan fungsional suatu bangunan dan factor iklim tropis seperti temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, dan radiasi matahari. Desainnya terekspresikan dalam solusi arsitektur seperti ventilasi silang, teritisan atap lebar, dan selasar-selasar.
acuan pustaka :
Bahan Perkuliahan Magister Arsitektur. Advance Visual Design. Dosen Prof. Drs. Yusuf Affendi, M.A.
Capon, David. Categories in Architectural Theory and Design, Design Studies. Hal. 215-226.
Antoniades, Anthony. Phoetic of Architecture.
Kusno, Abidin. Behind the Postcolonial: Architecture, Urban Space and Political Cultures in Indonesia , London : Routledge 2000.
Nanda, Widyarta. Mencari Arsitektur Sebuah Bangsa. Wastu Lanas Grafika 2007.
Budihardjo, Eko. Arsitek dan Arsitektur Indonesia . Andi Yogyakarta 1997.
Budihardjo, Eko. Jati Diri Arsitektur Indonesia . Alumni Bandung 1997.
Ikhwanuddin. Menggali Pemikiran Postmodernisme Dalam Arsitektur. Gadjah Mada University Press 2005.
Frick, Heinz. Dasar-dasar Eko-arsitektur. Penerbit Kanisius 1997.
Akmal, Imelda. Indonesian Architecture Now. Borneo 2005.
Tardiyana, Ahmad. Antar, Yori. The Long Towards Recognation. Gramedia 2002.
Majalah iDEA Edisi 48/IV/2008. Gramedia Majalah.
Sumber : www.kompas.com
www.iai.or.id
www.iai-jakarta.com
Langganan:
Postingan (Atom)



